Topic: Curhatan Seorang Vaper

Hallo vapers,

Perkenalkan ane seorang vaper dari sebuah kota kecil di Kalimantan.
Semenjak mengenal vaping alhamdulillah ane udh bisa ninggalin yg namanya rokok konvensional. Biasanya dlm 1 hari ane ngabisin 1 bungkus rokok konvensional.

Ane ngikutin dunia pervapingan di berbagai media sosial. Dan sepertinya indistri ini semakin hari semakin berkembang pesat. Mulai banyak distributor liquid  import dan brewer2 lokal yg masuk dalam industri dalam negeri kita.

Beberapa waktu belakangan ini, mulai banyak liquid2 import yg turun harga. Dan anehnya mereka berani menjual liquid import yg lebih murah dibandingkan liquid2 lokal. Di tempat ane dsni euphoria vaping sangat besar, akan tetapi banyak vapers dsni yg berhenti vaping dikarenakan harga liquid yg mahal. Jauh lebih mahal dibandingkan rokok konvensional. Apalagi ongkir ke tempat kami rata2 mencapai 50rb sekali kirim. Kami dsni mengakali mahalnya harga liquid tsb dengan membeli dengan harga grosir atw dengan patungan sesama vapers utk menghemat ongkir.

Di kota kami juga sudah muncul beberapa vapeshop2 semenjak booming nya dunia pervapingan ini. Tapi tetap saja harga liquid yg mereka jual lebih mahal dibandingkan jika kami harus berbelanja online atw membeli liquid ke kota besarnya.

Sebagai vaper dari kota kecil, besar  harapan kami harga2 liquid bisa lebih bersahabat dengan kantong dan isi dompet. Beberapa produsen2 liquid premium lokal sdh ada yg berani menurunkan harga jual nya. Itu artinya kan margin yg mereka dapatkan masih besar. Apalagi  jija harga liquid lokal ini dibandingkan dengan liquid2 import, terkadang masih lebih mahal liquid buatan lokal. Bukan kami tidak mensupport produksi dalam negeri. Tapi kami sebgai konsumen akan memilih harga liquid yg paling murah dan enak untuk membasahi kapas kami.

Semoga harga2 liquid lokal premuim dan import  lebih bersahabat dan bisa terus membasahi kapas kita.

Salam Ngebul,
Smoking is dead, vaping is future.

smoant.com

Re: Curhatan Seorang Vaper

tony.budim4n wrote:

Hallo vapers,

Perkenalkan ane seorang vaper dari sebuah kota kecil di Kalimantan.
Semenjak mengenal vaping alhamdulillah ane udh bisa ninggalin yg namanya rokok konvensional. Biasanya dlm 1 hari ane ngabisin 1 bungkus rokok konvensional.

Ane ngikutin dunia pervapingan di berbagai media sosial. Dan sepertinya indistri ini semakin hari semakin berkembang pesat. Mulai banyak distributor liquid  import dan brewer2 lokal yg masuk dalam industri dalam negeri kita.

Beberapa waktu belakangan ini, mulai banyak liquid2 import yg turun harga. Dan anehnya mereka berani menjual liquid import yg lebih murah dibandingkan liquid2 lokal. Di tempat ane dsni euphoria vaping sangat besar, akan tetapi banyak vapers dsni yg berhenti vaping dikarenakan harga liquid yg mahal. Jauh lebih mahal dibandingkan rokok konvensional. Apalagi ongkir ke tempat kami rata2 mencapai 50rb sekali kirim. Kami dsni mengakali mahalnya harga liquid tsb dengan membeli dengan harga grosir atw dengan patungan sesama vapers utk menghemat ongkir.

Di kota kami juga sudah muncul beberapa vapeshop2 semenjak booming nya dunia pervapingan ini. Tapi tetap saja harga liquid yg mereka jual lebih mahal dibandingkan jika kami harus berbelanja online atw membeli liquid ke kota besarnya.

Sebagai vaper dari kota kecil, besar  harapan kami harga2 liquid bisa lebih bersahabat dengan kantong dan isi dompet. Beberapa produsen2 liquid premium lokal sdh ada yg berani menurunkan harga jual nya. Itu artinya kan margin yg mereka dapatkan masih besar. Apalagi  jija harga liquid lokal ini dibandingkan dengan liquid2 import, terkadang masih lebih mahal liquid buatan lokal. Bukan kami tidak mensupport produksi dalam negeri. Tapi kami sebgai konsumen akan memilih harga liquid yg paling murah dan enak untuk membasahi kapas kami.

Semoga harga2 liquid lokal premuim dan import  lebih bersahabat dan bisa terus membasahi kapas kita.

Salam Ngebul,
Smoking is dead, vaping is future.

susah bro, alesannya "gw jual mahal aja laku, ngapain jual murah?"
gw ngerti kondisi lu, belanja malah ongkirnya mahal banget. kalo saran gw mending impor sendiri, liquid luar aja sering banyak diskon kok, contoh aja pas kemaren blackfriday gw dapet liquid usa dengan harga skitar 62rb untuk 30ml  xD jauh lebih murah dari lokal, masalah flavor sih selera, kl buat gw pribadi ya jauh enak ini daripada liquid lokal harga 120rb++

Natural selection will not remove ignorance from future generations.

Re: Curhatan Seorang Vaper

Yaah beginilaah nasib kami disini om kios3r.
Apalagi sekarang agen2 pengiriman yang rada resek, kmrin temen ane mw beli online malah dibalikin ke tokonya karna ga terima paketan liquid.

Beberapa temen ada yg nyoba jd brewer sendiri, emang sii ngebul tp flavournya ga seenak liquid2 lokal dan import yg beredar di pasaran.

Ane pribadi jg lebih prefer ke liquid US drpd lokal, dibanding harga, liquid us jg ga bikin gunky coil, dan bener klo flavour selera masing2.. hehehe

Re: Curhatan Seorang Vaper

tony.budim4n wrote:

Yaah beginilaah nasib kami disini om kios3r.
Apalagi sekarang agen2 pengiriman yang rada resek, kmrin temen ane mw beli online malah dibalikin ke tokonya karna ga terima paketan liquid.

Beberapa temen ada yg nyoba jd brewer sendiri, emang sii ngebul tp flavournya ga seenak liquid2 lokal dan import yg beredar di pasaran.

Ane pribadi jg lebih prefer ke liquid US drpd lokal, dibanding harga, liquid us jg ga bikin gunky coil, dan bener klo flavour selera masing2.. hehehe

coba ikutan forum forum bule, biasanya ada room buat info diskon liquid. cuma ya mayoritas emg ga mau kirim ke indo sih, tapi ya dicoba aja. pastikan order dibawah $50 biar ga kena cukai, ngurusnya ribet

Natural selection will not remove ignorance from future generations.

Re: Curhatan Seorang Vaper

coba ikutan forum forum bule, biasanya ada room buat info diskon liquid. cuma ya mayoritas emg ga mau kirim ke indo sih, tapi ya dicoba aja. pastikan order dibawah $50 biar ga kena cukai, ngurusnya ribet

Siap om kios3r.. nice inpoh.. Nti pasti dicoba.. thnaks inponya.
Oyaa kmren jg temen dsni ada yg ngambil liquid banyak, dapet harga agen, dijual harga reseller ke end user. Trus ketauan sama yg sesama penjual liquid. Malah diomelin n dibilang ngerusak harga pasaran. Hedeeuh

Seandainya saja liquid dsni udh kayak roko yg gampang dibeli di warung2 dengan harga yang terjangkau, pasti hidup lebih indah dan sehat..  I wish.. hehehe

Re: Curhatan Seorang Vaper

iya pasti sih,,, ceritanya biar "harga stabil", alias dapet cuan gede dalam jangka panjang. karena ga semua orang berani atau bisa ngimpor sendiri.

kalo bisa impor ya masukin sendiri, kalo ngga mending nabung, beli di online shop langsung 5 atau 6, biar ga buang ongkir

Natural selection will not remove ignorance from future generations.

Re: Curhatan Seorang Vaper

tony.budim4n wrote:

Hallo vapers,

Perkenalkan ane seorang vaper dari sebuah kota kecil di Kalimantan.
Semenjak mengenal vaping alhamdulillah ane udh bisa ninggalin yg namanya rokok konvensional. Biasanya dlm 1 hari ane ngabisin 1 bungkus rokok konvensional.

Ane ngikutin dunia pervapingan di berbagai media sosial. Dan sepertinya indistri ini semakin hari semakin berkembang pesat. Mulai banyak distributor liquid  import dan brewer2 lokal yg masuk dalam industri dalam negeri kita.

Beberapa waktu belakangan ini, mulai banyak liquid2 import yg turun harga. Dan anehnya mereka berani menjual liquid import yg lebih murah dibandingkan liquid2 lokal. Di tempat ane dsni euphoria vaping sangat besar, akan tetapi banyak vapers dsni yg berhenti vaping dikarenakan harga liquid yg mahal. Jauh lebih mahal dibandingkan rokok konvensional. Apalagi ongkir ke tempat kami rata2 mencapai 50rb sekali kirim. Kami dsni mengakali mahalnya harga liquid tsb dengan membeli dengan harga grosir atw dengan patungan sesama vapers utk menghemat ongkir.

Di kota kami juga sudah muncul beberapa vapeshop2 semenjak booming nya dunia pervapingan ini. Tapi tetap saja harga liquid yg mereka jual lebih mahal dibandingkan jika kami harus berbelanja online atw membeli liquid ke kota besarnya.

Sebagai vaper dari kota kecil, besar  harapan kami harga2 liquid bisa lebih bersahabat dengan kantong dan isi dompet. Beberapa produsen2 liquid premium lokal sdh ada yg berani menurunkan harga jual nya. Itu artinya kan margin yg mereka dapatkan masih besar. Apalagi  jija harga liquid lokal ini dibandingkan dengan liquid2 import, terkadang masih lebih mahal liquid buatan lokal. Bukan kami tidak mensupport produksi dalam negeri. Tapi kami sebgai konsumen akan memilih harga liquid yg paling murah dan enak untuk membasahi kapas kami.

Semoga harga2 liquid lokal premuim dan import  lebih bersahabat dan bisa terus membasahi kapas kita.

Salam Ngebul,
Smoking is dead, vaping is future.

semoga curhatannya didengar para penggede brewer nasional...

Re: Curhatan Seorang Vaper

masboy wrote:
tony.budim4n wrote:

Hallo vapers,

Perkenalkan ane seorang vaper dari sebuah kota kecil di Kalimantan.
Semenjak mengenal vaping alhamdulillah ane udh bisa ninggalin yg namanya rokok konvensional. Biasanya dlm 1 hari ane ngabisin 1 bungkus rokok konvensional.

Ane ngikutin dunia pervapingan di berbagai media sosial. Dan sepertinya indistri ini semakin hari semakin berkembang pesat. Mulai banyak distributor liquid  import dan brewer2 lokal yg masuk dalam industri dalam negeri kita.

Beberapa waktu belakangan ini, mulai banyak liquid2 import yg turun harga. Dan anehnya mereka berani menjual liquid import yg lebih murah dibandingkan liquid2 lokal. Di tempat ane dsni euphoria vaping sangat besar, akan tetapi banyak vapers dsni yg berhenti vaping dikarenakan harga liquid yg mahal. Jauh lebih mahal dibandingkan rokok konvensional. Apalagi ongkir ke tempat kami rata2 mencapai 50rb sekali kirim. Kami dsni mengakali mahalnya harga liquid tsb dengan membeli dengan harga grosir atw dengan patungan sesama vapers utk menghemat ongkir.

Di kota kami juga sudah muncul beberapa vapeshop2 semenjak booming nya dunia pervapingan ini. Tapi tetap saja harga liquid yg mereka jual lebih mahal dibandingkan jika kami harus berbelanja online atw membeli liquid ke kota besarnya.

Sebagai vaper dari kota kecil, besar  harapan kami harga2 liquid bisa lebih bersahabat dengan kantong dan isi dompet. Beberapa produsen2 liquid premium lokal sdh ada yg berani menurunkan harga jual nya. Itu artinya kan margin yg mereka dapatkan masih besar. Apalagi  jija harga liquid lokal ini dibandingkan dengan liquid2 import, terkadang masih lebih mahal liquid buatan lokal. Bukan kami tidak mensupport produksi dalam negeri. Tapi kami sebgai konsumen akan memilih harga liquid yg paling murah dan enak untuk membasahi kapas kami.

Semoga harga2 liquid lokal premuim dan import  lebih bersahabat dan bisa terus membasahi kapas kita.

Salam Ngebul,
Smoking is dead, vaping is future.

semoga curhatannya didengar para penggede brewer nasional...

ah jangan harap gan
brewer2 lebih memilih mencari rupiah dibanding mendengar keluh kesah pelanggan
sudah ada yg berani jual 60ml harga dibawah 200k kan berani jual segitu masih untung juga, tp kenapa yg laennya "pura2 ga denger" atau ga mau tau juga, tetep anteng dengan 30ml 175k

ya ane sih sudah ga mau lagi beli liquid lokal gan
mending ambil US 60ml harga lebih bersahabat
ngapain harus suport produk lokal toh mereka ga suport kita juga

kita sih ga butuh penjelasan "o kita pasang harga segitu bahan baku impor lah, biaya riset lah, dan bla bla bla"
cuma butuh revisi harga doang sih, ga butuh penjelasan panjang lebar

let's support US liquid lol

Kayfun Tootlepuffer lol

Re: Curhatan Seorang Vaper

hashidiq wrote:
masboy wrote:
tony.budim4n wrote:

Hallo vapers,

Perkenalkan ane seorang vaper dari sebuah kota kecil di Kalimantan.
Semenjak mengenal vaping alhamdulillah ane udh bisa ninggalin yg namanya rokok konvensional. Biasanya dlm 1 hari ane ngabisin 1 bungkus rokok konvensional.

Ane ngikutin dunia pervapingan di berbagai media sosial. Dan sepertinya indistri ini semakin hari semakin berkembang pesat. Mulai banyak distributor liquid  import dan brewer2 lokal yg masuk dalam industri dalam negeri kita.

Beberapa waktu belakangan ini, mulai banyak liquid2 import yg turun harga. Dan anehnya mereka berani menjual liquid import yg lebih murah dibandingkan liquid2 lokal. Di tempat ane dsni euphoria vaping sangat besar, akan tetapi banyak vapers dsni yg berhenti vaping dikarenakan harga liquid yg mahal. Jauh lebih mahal dibandingkan rokok konvensional. Apalagi ongkir ke tempat kami rata2 mencapai 50rb sekali kirim. Kami dsni mengakali mahalnya harga liquid tsb dengan membeli dengan harga grosir atw dengan patungan sesama vapers utk menghemat ongkir.

Di kota kami juga sudah muncul beberapa vapeshop2 semenjak booming nya dunia pervapingan ini. Tapi tetap saja harga liquid yg mereka jual lebih mahal dibandingkan jika kami harus berbelanja online atw membeli liquid ke kota besarnya.

Sebagai vaper dari kota kecil, besar  harapan kami harga2 liquid bisa lebih bersahabat dengan kantong dan isi dompet. Beberapa produsen2 liquid premium lokal sdh ada yg berani menurunkan harga jual nya. Itu artinya kan margin yg mereka dapatkan masih besar. Apalagi  jija harga liquid lokal ini dibandingkan dengan liquid2 import, terkadang masih lebih mahal liquid buatan lokal. Bukan kami tidak mensupport produksi dalam negeri. Tapi kami sebgai konsumen akan memilih harga liquid yg paling murah dan enak untuk membasahi kapas kami.

Semoga harga2 liquid lokal premuim dan import  lebih bersahabat dan bisa terus membasahi kapas kita.

Salam Ngebul,
Smoking is dead, vaping is future.

semoga curhatannya didengar para penggede brewer nasional...

ah jangan harap gan
brewer2 lebih memilih mencari rupiah dibanding mendengar keluh kesah pelanggan
sudah ada yg berani jual 60ml harga dibawah 200k kan berani jual segitu masih untung juga, tp kenapa yg laennya "pura2 ga denger" atau ga mau tau juga, tetep anteng dengan 30ml 175k

ya ane sih sudah ga mau lagi beli liquid lokal gan
mending ambil US 60ml harga lebih bersahabat
ngapain harus suport produk lokal toh mereka ga suport kita juga

kita sih ga butuh penjelasan "o kita pasang harga segitu bahan baku impor lah, biaya riset lah, dan bla bla bla"
cuma butuh revisi harga doang sih, ga butuh penjelasan panjang lebar

let's support US liquid lol

Bahan baku impor betul, cuma ngga segitu mahalnya juga. toh cuma bahan yang mahal, makan minum rumah masih harga Indonesia.
Research sih resiko ya, ibarat restoran, sebelum buka resto juga pasti kasih free sample kanan kiri, begitu buka resto malah kasih harga promo, makin terkenal baru harga normal, bahan baku impor pun harga masih jauh dibawah harga makanan yang sama di Eropa / Amerika. Lagian flavour juga antara satu dan lain merk mirip mirip, strawberry cream lah, donut lah, martabak manis lah.

Natural selection will not remove ignorance from future generations.

Re: Curhatan Seorang Vaper

saran ane sih coba belajar pelan2 buat liquid sendiri, di kaskus ada tuh trit na, kalo diserusin harusnya bisa tuh...
ditempat ane masih ane doank yang aktif nge vape hahahhahha